Langit begitu cerah saat hari pertama sekolah dimulai. Pagi-pagi buta para orangtua membangunkan anak-anaknya untuk bersiap pergi ke sekolah. Keramaian mulai terdengar di setiap rumah. Berbagai hal dipersiapkan hari ini untuk keperluan sekolah, terutama aku. Aku yang baru saja menginjak masa SMA. Hari pertama yang kuharapkan dapat menjadi hari yang berkesan dalam masa ini. Berkenalan dengan banyak teman baru adalah hal yang terindah. Hari-hari pun bergulir hingga tak terasa telah 1 bulan aku di sekolah ini. Aku berusaha untuk menjadi siswi yang memiliki prestasi yang baik. Berbagai cara ku tempuh untuk mencapainya, mulai dari belajar bersama teman, memperpanjang waktu belajar. Keteguhan sangat aku rasakan ketika itu. Akhirnya, ujian pertamaku di SMA tiba. Ujian yang sangat aku manfaatkan untuk membuat orang tuaku bangga. Aku kerjakan soal demi soal dengan teliti. Ujian pun usai , aku hanya tinggal menunggu hasil yang akan diumumkan 2 minggu ke depan. Pengumuman hasil ujian pun akhirnya tiba, hari yang sangat aku tunggu untuk mengetahui segala hasil atas jerih payah ku selama ini. Akhirnya, aku dapat beberapa nilai yang memuaskan. Namun, ada satu nilai mata pelajaran yang kurang memuaskan bagi ku. Aku sangat kecewa melihat kejadian itu. Aku hanya memikirkan nilai itu tanpa bersyukur atas nilai lain yang telah aku dapat. Seiring dengan berjalannya waktu, aku telah berada di tingkat selanjutnya. Kebodohan yang sama aku lakukan lagi. Tak pernah bersyukur atas yang telah aku dapat selama ini. Hingga akhirnya, temanku menegur atas sikap buruk itu . Sesungguhnya, perasaan ku tersentak mendengar perkataannya. Di rumah, aku merenung kembali perkataan itu. Tak terasa air mata mulai menetes, rasa sesak di hati ini menyesali segala perbuatan ini. Aku yang menyesal telah menjadi orang yang tak bersyukur selama ini. Sebuah pelajaran yang sangat berharga yang aku dapatkan di masa SMA ini dan tak akan aku lupa. Ternya bersyukur itu indah jika kita dapat melakukannya dengan tetap didampingi oleh usaha dan doa. Karena, sesunggunhya bukan karena bahagia kita bersyukur , namun karena bersyukulah kita akan merasa bahagia.

Matahari mulai menampakkan sinarnya untuk menyinari dunia. Berbagai pekerjaan telah menunggu untuk dikerjakan seorang gadis kecil. Gadis kecil yang telah memiliki tanggung jawab yang cukup besar bagi anak seumurnya. Ia bernama Ajeng.  Seorang gadis yang yang berumur 11 tahun. Umur yang pada umumnya anak-anak lain masih sibuk bermain dan belum memiliki tugas yang apapun. Mentari yang mulai menjemput telah menandakan ia harus bangun pagi untuk bersiap pergi ke sekolah. Namun, sebelumnya ia memiliki tugas untuk mencuci piring atau mencuci baju sekeluarga. Ayahnya telah meninggalkan keluarga itu tanpa alasan yang jelas. Sungguh ayah yang tak bertanggung jawab pada keluarganya. Sementara, ibunya bekerja sebagai buruh cuci untuk mencukupi kebutuhan anak-anaknya. Maka, urusan rumah tangga dikerjakan oleh anak-anaknya. Gadis yang cukup kuat untuk menanggung beban seperti itu di umurnya yang cukup dini. Terkadang, ia berdagang keliling jika ada yang menyuruhnya. Hal itu dikerjakan untuk membantu keadaan keuanngannya. Belum lagi, ia harus menjaga adiknya yana masih kecil. Membagi waktu adalah sebuah keharusan untuknya. Mulai dari sekolah, mengerjakan tugas rumah tangga, dan bermain layaknya anak-anak lain. Untung saja, terkadang tetangga dan keluarganya ikut membantu. Melihat gadis kecil kuat ini sungguh membuat diri ini malu . Di usianya, ia dapat mandiri untuk melakukan berbagai hal yang belum tentu aku dapat mengerjakannya dengan benar. Pelajaran besar yang dapat diambil darinya. Umur sesungguhnya tidak menentukan seseorang untuk melakukan berbagai hal dan tanggung jawabnya. Namun, keteguhan dan keikhlasanlah yang memberikan kekuatan terbesar untuk dapat melewati segala rintangan yang ada di hidup ini. Karena, sesungguhnya hidup penuh akan rintangan yang harus dilalui seluruh insan manusia untuk tetap dapat bertahan.

DEKLARASI HIJAU

SELAMATKAN LINGKUNGAN

HARI PENANGGULANGAN DEGRADASI LAHAN & KEKERINGAN SEDUNIA

Bahwa sesungguhnya kelangsungan hidup manusia yang bebas dari ancaman degradasi lahan dan kekeringan adalah hak generasi mendatang. Oleh karena itu, segala bentuk pengrusakan hutan dan lingkungan hidup di muka bumi harus dihapuskan. Dan juga memahami bahwa melindungi tanah dan air dalam arti yang sesungguhnya, berarti juga menjaga masa depan kita bersama. Read the rest of this entry »